
Jakarta (Partaipandai.id) – TNI Angkatan Laut mengerahkan empat Kapal Perang (KRI) di perairan Jakarta Utara, Senin, untuk mengamankan kegiatan Presiden Joko Widodo di Pantai Indah Kapuk dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Keempat KRI tersebut adalah KRI Kujang-642, KRI Karotang-872, KRI Barakuda-814, dan KRI Siwar-646. Selain itu, Sea Raiders dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak, dan Batalyon Pengintai Amfibi (Taifib) TNI Angkatan Laut juga disiagakan.
“TNI AL akan selalu siap menjalankan tugas yang diberikan dengan meningkatkan kesiapan operasional baik alutsista (alat utama sistem persenjataan) maupun satuan operasionalnya,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI. Muhammad Ali di Jakarta, Senin.
Presiden Jokowi dijadwalkan memimpin kegiatan Penanaman Mangrove Nasional di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Senin; Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dijadwalkan meresmikan Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Pulau Untung Jawa.
Baca juga: Wakil Presiden Ma’ruf mengunjungi Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu
Untuk kegiatan penanaman mangrove, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meninjau langsung gladi bersih di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta Utara, Minggu (14/5).
Kegiatan penanaman mangrove dipusatkan di Blok D TWA Angke dan dihadiri anggota TNI dan Polri, mahasiswa, serta perwakilan masyarakat.
“Penanaman serentak yang dilakukan dari Sabang sampai Merauke ini bertujuan agar laut menjadi subur dan terhindar dari abrasi, sekaligus mensosialisasikan dan memberi contoh bahwa kita juga bisa melakukan penanaman mangrove,” kata Yudo.
Baca juga: Kepulauan Seribu mendukung Untung Jawa menjadi Desa Bahari Nusantara
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meresmikan 68 Kampung Bahari Nusantara serentak dari Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Senin.
Dalam peresmian itu, Wapres dijadwalkan berdialog secara virtual dengan perwakilan Kampung Bahari Nusantara di enam lokasi, yakni Simeuleu, Kotabaru, Morotai, Ternate, Timika, dan Sorong.
Kampung Bahari Nusantara merupakan salah satu program TNI Angkatan Laut untuk mengangkat potensi bahari kawasan pesisir di Indonesia.
Terdapat enam klaster di Kampung Bahari Nusantara, yaitu Klaster Pertahanan, Klaster Ekonomi, Klaster Pendidikan, Klaster Kesehatan, dan Klaster Pariwisata.
Baca juga: Sultan HB X: Wawasan Bahari Nusantara perlu direvitalisasi
Klaster Pertahanan di KBN memiliki misi untuk memberdayakan masyarakat pesisir sebagai komponen pendukung pertahanan negara; sedangkan Klaster Ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, Klaster Pendidikan memiliki misi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang teknologi dan nilai-nilai kebangsaan.
Kemudian, Klaster Kesehatan berisi penyuluhan dan sosialisasi budaya hidup sehat melalui peningkatan pelayanan puskesmas dan pondok bersalin desa (polindes). Terakhir, Klaster Pariwisata untuk memberdayakan desa menjadi destinasi wisata bahari yang berkelanjutan.
Baca juga: Flores Timur memanfaatkan Festival Bale Nagi untuk mempromosikan wisata bahari
Pemberita: Genta Tenri Mawangi
Editor: Fransiska Ninditya
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

