Wapres Ma’ruf mengapresiasi upaya Kowani untuk membantu mengurangi stunting

Jakarta (Partaipandai.id) – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengapresiasi kiprah Kongres Perempuan Indonesia (Kowani) dalam memajukan perempuan dan anak Indonesia, termasuk membantu mengatasi penurunan dan pencegahan stunting.

“Pemerintah menjadikan stunting sebagai salah satu program prioritas karena menyangkut sumber daya manusia ke depan,” kata Wapres saat menerima audiensi dengan Pengurus Besar Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Pita Putih Indonesia (PPI) di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, sebagaimana siaran pers yang diterima.

Wapres menegaskan, jika masalah stunting tidak segera diatasi, maka akan tumbuh generasi yang tidak sehat dan tidak berdaya saing. Sehingga pemerintah menargetkan pada tahun 2024 angka stunting bisa mencapai 14 persen.

Menurut Wapres, saat ini angka stunting masih berkisar 21,52 persen atau hanya turun 2,9 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 24,4 persen. Sehingga untuk mencapai target 14 persen pada 2024, upaya percepatan perlu didukung berbagai pihak, termasuk Kowani.

“Secara khusus, langkah yang harus dilakukan adalah mengefektifkan peran Tim Percepatan Penanggulangan Stunting di tingkat pusat, provinsi, dan (khususnya) kabupaten/kota,” ujarnya.

Wapres mengatakan, salah satu daerah yang dinilai berhasil mengatasi stunting adalah Kabupaten Sumedang di Jawa Barat, yakni dengan menggerakkan posyandu.

Kader posyandu di Kabupaten Sumedang mampu melahirkan 9.000 penurun stunting yang didominasi oleh perempuan.

Wapres meminta Kowani dan PPI juga mendorong munculnya penggerak penanggulangan stunting di daerah untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program intervensi spesifik dan intervensi sensitif dalam upaya penanganan stunting.

Wapres mengatakan, untuk mengurangi stunting, 30 persen bergantung pada intervensi khusus, yakni intervensi yang berkaitan dengan perbaikan gizi dan kesehatan.

Sementara itu, 70 persen bergantung pada intervensi sensitif, yaitu intervensi pendukung untuk menurunkan angka stunting, seperti penyediaan sarana air bersih dan sanitasi.

“Jadi program (pencegahan stunting) tidak dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak, tetapi sejak pranikah harus diberikan pendidikan, agar selama hamil seorang ibu sudah memiliki pemahaman tentang cara merawat anaknya, ” jelas Wapres.

Dalam kesempatan itu Wapres juga menyambut baik rencana pencanangan Gerakan “Bunda Bangsa” oleh Kowani dan PPI sebagai upaya menekan angka stunting.

Ketua Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan PPI untuk pelaksanaan Gerakan “Bunda Bangsa” untuk percepatan penurunan stunting.

Giwo mengatakan, tujuan deklarasi tersebut untuk mendukung dan membantu upaya penyelamatan anak-anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan dari ancaman stunting, serta memantau dan menangani kasus gizi buruk.

“Tujuan pencanangan tersebut adalah untuk mencapai target pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024,” ujarnya.

Deklarasi “Bunda Bangsa” juga bertujuan untuk membantu upaya pencegahan stunting dengan memperkuat kemampuan diri bagi ibu hamil, ibu hamil, ibu dengan balita, dan seluruh masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Wapres meminta semua pihak untuk tetap menggarap pembangunan di tahun 2023

Baca juga: Kemenko PMK mengingatkan perlunya kolaborasi dalam program penanggulangan stunting

Baca juga: Menteri PAN-RB mempercepat penanganan stunting melalui skema digital

Pemberita: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nurul Hayat
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *